Belajar dari Antrean Tiket KA Galunggung | Tiket Gratis Kereta Api

Menjelang akhir tahun ini PT KAI membuka sebuah rute baru yaitu Cicalengka - Tasikmalaya. Pembukaan rute tersebut dipromosikan dengan adanya tiket gratis, Tasikmalaya - Bandung atau Bandung Tasikmalaya. Ya, benar-benar gratis. Saya sudah mencoba mengantri di sana dan berhasil mendapatkan tiket gratis tersebut. 

Di hari pertama dan hari kedua jumlah antrian sama-sama banyak, walaupun sempat ada yang menyebut bahwa hari kedua lebih banyak. Hari pertama dikatakan tidak terlalu banyak jika dilihat di pagi hari, justru menjelang siang hingga sore, panjang antrean luar biasa hingga keluar dari area stasiun. Hal tersebut sesuai dengan informasi yang saya dapatkan dari petugas di sana karena saat saya melihat ke stasiun di hari pertama memang masih sama dengan hari kedua. Mungkin saat saya tiba sudah mulai surut atau belum banyak.

Pengalaman mengantre yang sebenarnya saya rasakan di hari kedua. Kedisiplinan calon penumpang dan petugas benar-benar diuji. Bagaimana calon penumpang harus menaati aturan dan bagaimana petugas harus menegakkan aturan. Sempat terjadi situasi yang agak memanas menurut saya, ketika antrean yang sudah jadi dipindahkan oleh petugas ke tempat yang baru. Sebelumnya ada dua banjar antrean kemudian harus dirubah menjadi satu banjar. Saya hanya terdiam melihat orang-orang berlarian menyerbu pintu yang disediakan. Bagaimana hasilnya? Ya, sama sekali tidak terlihat adanya barisan satu banjar itu.

Petugas yang melihat hasil karyanya itu pun kembali mengarahkan untuk membentuk satu banjar dengan sedikit penaikan nada bicara. Hasilnya lumayan, membuat kerumunan itu pecah dan menguntungkan saya karena sudah dekat dengan arah terbentuknya barisan itu. Hehe.. Pokoknya seperti anak SD yang mengantre dibagi susu gratis. Teriakan petugas dibalas dengan teriakan penumpang. petugas menyuruh mundur, padahal yang di belakang tidak mundur. Ruaaameee.. Banyak ibu-ibu yang berusaha berdiri di samping barisan, berupaya untuk menyelipkan diri. Luar biasaa.. Petugas harus berupaya beberapa kali mengatakan "mundur bu ke belakang", "ke belakang", "satu baris" hadeeeuh.. Di sanalah saya teringat lagi akan pentingnya pendidikan mengantre bagi para siswa.

Sebagai guru dan orang tua, kita jangan khawatir anak kita tidak mendapatkan ilmu. Kita harus khawatir jika anak-anak kita tidak dapat menjalankan adab atau akhlak yang baik. Anak kita harus mengetahui bagaimana cara mengantre, bagaimana cara menegur orang, bagaimana cara menyampaikan pendapat yang sopan. Sehingga tidak akan ada teriakan dibalas teriakan di tempat umum.

Kalau anak kita belajar matematika hanya ilmunya saja, maka dia hanya pandai mengurutkan angka. Tetapi kalau anak kita menerapkan matematika dalam akhlaknya, maka dia akan pandai mengurutkan diri sesuai aturan dan sesuai nomor urut, tidak asal nyelip.
Kalau anak kita belajar matematika hanya ilmunya saja, maka dia hanya pandai membagi dan mengalikan angka. Tetapi kalau anak kita menerapkan matematika dalam akhlaknya, maka dia akan pandai membagikan tempat kepada orang yang lebih tua saat mengantre karena dia paham hasil kali dari tindakannya itu mendatangkan pahala yang berlipat.

Terakhir sekedar tips untuk teman-teman yang akan mengantre tiket :
1. Datang jam 6 untuk mengambil nomor antrean
2. Pemanggilan nomor antrean dimulai pukul 09.00. Jadi mengambil nomor antrean dulu baru dipanggilnya pukul 09.00 untuk mendapatkan tiket
3. 1 orang jatahnya 1 nomor antrean dan 1 formulir (4 penumpang), jadi jika membutuhkan 6 tiket harus 2 orang yang mengantrenya. hehe

Ayo naik KA Galunggung! Gratis sampai tanggal 25 Januari 2019.

Komentar

Postingan Populer