Perjalanan Pretest PPG

Halo sobat Jejak Mahasiswa. Diantara sobat pembaca apakah ada yang berprofesi sebagai guru? Kalau iya tentu tidak asing lagi dengan istilah sertifikasi guru. Bahkan sobat yang non-guru juga sepertinya tahu istilah itu.

Sertifikasi guru merupakan penataan kompetensi guru, dengan demikian guru yang tersertifikasi merupakan guru yang profesional secara program. Akan tetapi, patokan yang paling utama menurut saya mengenai profesionalisme guru dilihat dari semangatnya untuk terus belajar dan mengajar.

Beberapa bulan yang lalu, saya mendapat informasi mengenai adanya undangan untuk mengikuti seleksi calon peserta PPG gratis. Saat itu saya tertinggal informasi tersebut, namun alhamdulillah masih banyak waktu untuk mendaftar dan mengupload ijazah.

Sekian minggu saya menunggu informasi selanjutnya, padahal biasa saja sih tidak terlalu menunggu. Akhirnya ada informasi mengenai jadwal tes dan tempat tes. Saat itu saya mendapat jadwal tes di SMP Negeri 1 Tasikmalaya.

Ketika tes dimulai, rasanya tidak deg-degan ataupun grogi, karena memang itu adalah tes ke 3 dalam kurun waktu 3 tahun mengajar di SD Baiturrahman Tasikmalaya, yaitu setelah sebelumnya 2 kali mengikuti tes UKG. Lumayan kan adanya pengalaman itu membuat kita menjadi lebih tenang.

Kemudian tibalah saatnya kami melaksanakan tes. Sama seperti tes UKG sebelum-sebelumnya menggunakan sistem CAT, melalui komputer. Namun rasanya ada peningkatan tingkat kesulitan soal. Sehingga, saat kami keluar dari ruang tes semuanya merasakan hal yang sama. Kesulitan soalnya meningkat.

Alhamdulillah saat sedang tes saya mengupayakan untuk bisa mengerjakan semua pertanyaan. Tidak banyak yang dikosongkan. Walaupun belum yakin bisa lulus setidaknya saya sudah merasakan usaha yang lebih dalam mengerjakan soal-soal yang disajikan.

Nah, baru hari kemarin ternyata rekan-rekan guru yang lain sudah mengetahui hasil ujian tersebut. Langsung banyak yang bertanya tentang hasilnya kepada saya, padahal saya baru mengetahui bahwa hasilnya sudah diumumkan.

Sekarang rasanya deg-degan karena penasaran ingin mengetahui hasilnya. Saat itu saya guru terakhir di sekolah yang belum mengetahui hasilnya, otomatis terasa penasarannya.

Saat ingin melihat hasil tes, kita diharuskan memasukan NUPTK atau nomor peserta tes. Masalahnya, saya belum mendapat NUPTK dan nomor peserta tes tidak ada. Akhirnya setelah mencari di rumah saya menemukan kunci pusaka untuk mengetahui hasil pretest tersebut, yaitu kartu peserta yang ada nomor pesertanya. Saya sebut pusaka karena ketika ditemukan memang dalam keadaan mengenaskan seperti kertas yang sudah lama. Hehe

Akhirnya tibalah saatnya saya memeriksa hasil. Saya buka melalui HP ditemani sang kucing yang suka ada di rumah, ternyata alhamdulillah di sana saya dinyatakan Lulus pretest. Selanjutnya saya masih harus melewati proses yang unpredictable, semoga apa pun itu hasilnya yang terbaik yang paling maslahat. Aamiin

Sekian postingan kali ini. Saya tuliskan ini untuk berbagi dan menyimpan pengalaman dan kenangan. Hehe

Komentar

Postingan Populer