Berpisah untuk Menambah Kerinduan


Sejak pernikahan kami, inilah saat pertama kami dipisahkan oleh ruang. Terlebih saya harus meninggalkan seorang gadis lucu yang baru berusia 5 bulan itu. Aduuh rasanya. Tapi saya dan istri sadar, itulah perjuangan, tentu harus ada pengorbanan terlebih dahulu. Seperti meminum teh manis setelah menggigit gula, rasa manis tehnya akan berkurang nilainya. Yang akan kami rasakan adalah seperti meminum teh manis setelah menyicip garam, rasa manis tehnya akan kuat sekali. hehe

Hari ini baru 1 minggu saya tinggalkan mereka. Tetapi tangan ini ingin sekali menyentuhnya, apalagi melihat gadisku itu, ingin sekali saya mengangkatnya. Akhirnya, memanfaatkan teori pembelajaran abad 21, belajar harus menggunakan teknologi abad 21 juga agar tidak tergerus oleh arus teknologi, justru kita harus memanfaatkan arus itu agar sampai dengan selamat dan bermanfaat. Akhirnya setiap hari saya video call dengan keluarga di Tasikmalaya. Bukan karena rindu saja sebenarnya, tetapi juga berlatih membahagiakan keluarga, membuat mereka tenang dengan keadaan terpisah ini. 

Dari sini saya belajar, rupanya kalau saya dengan keluarga kecil kelak go abroad pun akan bisa tetap terhubung dengan keluarga besar. hehe emang go abroad kemana yah? 

Itulah teknologi, bermanfaat jika kita gunakan dengan bijak. Bahkan dengan teknologi ini terlahir wadah-wadah kecil seperti Madena Publishing, Buya Studio, bahkan Yayasan Madena pun besar akibat perkenalan-perkenalan melalui teknologi informasi ini. Dan kini saatnya saya nikmati teknologi bukan untuk otak saya, tapi lebih dominan untuk hati saya. hehe

Sebelumnya saya bisa begadang di depan laptop menikmati informasi yang diinginkan otak ini, informasi yang bahkan dari luar bidang saya. Tetapi kini, teknologi itu menyediakan makanan untuk hati saya yang saat ini merindukan orang-orang yang saya cintai.

Teruntuk yang kucintai, sabar di sana yah. hehe

Komentar

  1. Terjawab sudah pertanyaan saya tentang tertatanya pak Budi dalam bertuturkata, sistematis dan pemilihan padanan kata yang tepat jika sedang sedang memaparkan sesuatu ketika PPG. Ternyata rajin menulis. Bravo pak Bud.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah saya kira malah acak-acakan, lebih tertata tuturkatanya bu Riski. Terimakasih kunjungannya ya bu. Maaf baru ngeuh ada komentar-komentar.

      Hapus
  2. Ppg membuat pak Budi jadi melow dan makin cinta keluarga. LDR ga selamanya buruk. Terbukti manis akhirnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul kawan karena perpisahan adalah awal dari kerinduan. Sama seperti rindunya duduk di kelas ber AC tetapi tanpa tugas yah. Hehe

      Hapus

Posting Komentar

Komentar teman-teman saya tunggu!

Postingan Populer