Bekerja tidak sesuai jurusan kuliah

Seperti Fidget Spinner, 3 bidang ilmu yang dipakai akan bersatu saling mengisi perputaran membentuk lingkaran yang sempurna

Ketika kita masih SD, maka hal yang dibacarakan tentu seputar kehidupan anak SD. Bermain, PR, ujian, anime, dsb. Kemudian menjelang SMP, muncul pertanyaan "mau lanjut ke SMP mana?", menjelang naik ke SMA muncul lagi pertanyaan "mau lanjut ke SMA mana?", dari SMA "mau kuliah ke mana?", "mau nikah kapan?", "kerja dimana?", dsb. Hingga tiba saatnya memilih kerja ternyata sedikit lowongan untuk yang sesuai dengan jurusan.

Nah, apakah sobat pernah mengalami hal yang seperti itu? Beruntung jika sobat tidak merasakan hal yang seperti itu, karena sobat yang tidak mengalami hal seperti loncat jurusan itu tentu pekerjaannya akan lebih terlaksana dengan baik berbekal ilmu yang didapat sewaktu kuliah jurusan yang sama. Tetapi, jika sobat mengalami hal seperti itu, yaitu bekerja di luar jurusan kuliah, maka saya katakan "selamat", lho kok selamat? Ya, tentu. Dengan bekerja di luar jurusan aja sobat bisa laksanakan apalagi pekerjaan yang sesuai dengan jurusan. Sobat akan mendapat pengalaman yang lebih. Tentu, pada akhirnya sobat harus terus berupaya supaya ilmu yang dulu pernah dipelajari bisa diamalkan, dalam berbagai macam cara.

Saat ini yang saya alami adalah bekerja di banyak jurusan yang memang bukan jurusan saya sewaktu kuliah. Memang ada yang mengakatan, jika sesuatu diserahkan bukan pada ahlinya maka tunggu lah kehancurannya. Nah, sobat jangan langsung mengakatan bahwa tidak kuliah di jurusan yang sama itu berarti bukan ahlinya yah karena untuk menjadi seorang ahli itu ilmunya bukan hanya dari bangku perkuliahan saja. Sobat bisa belajar dari mana saja. Begitu banyak media informasi yang ada saat ini. Bahkan begitu mudahnya untuk kita akses. Baik itu secara gratis ataupun berbayar, baik itu secara otodidak ataupun dengan bimbingan seorang tutor.

Ada banyak contoh yang bisa kita jadikan teladan sebagai seseorang yang sukses lewat belajar dari sumber belajar di luar perkuliahan. Yakin ada banyak? Ya, silakan sobat cari. hehe.. Salah satu contohnya Steve Jobs, jurusan apa beliau kuliah? Kemudian Bill Gates, apakah beliau lulus kuliahnya? Mark Zukeberg apakah beliau lulus kuliahnya? Billy Beatbox dari mana beliau belajar beatbox? Pendiri Amazon, seorang pensiunan yang menjadi business man padahal bukan jurusan bisnis. Nabi kita, nabi Muhammad SAW adalah seorang pedagang sukses lulusan ajaran Islam, dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Sudah seharusnya kita tidak membatasi apa yang bisa kita lakukan, tidak harus sesuai dengan jurusan kuliah kita. Tidak sesuai jurusan bukan berarti tidak bisa menjadi seorang ahli. Tentu ada beberapa bidang yang tidak boleh asal jurusan, contohnya kedokteran, tidak boleh bukan dokter tetapi membedah pasien, taruhannya adalah nyawa, tidak bisa diganti. Tetapi kalau sobat ingin menjadi seorang yang lain yang masih bisa dipelajari dan resikonya tidak merugikan orang lain, silakan dicoba, hal itu layak diperjuangkan.

Jadi mulai saat ini, saya katakan pada hati saya. Saya harus mencintai ilmu. Saya tidak boleh mencintai jurusan saya saja. Semoga apa yang telah dan akan kita pelajari menjadi ilmu yang bermanfaat, yaitu yang mendatangkan kebaikan untuk orang lain. Aamiin.

Comments

Popular Posts