🎓 Kelas Digital Gratis! Pelajari cara membuat konten, website, dan buku dengan AI bersama IniBudi. Daftar Sekarang →

Solusi Masalah dan Rezeki Digital


Memasuki hari ke-9 Lomba Menulis Blog bersama Omjay, saya ingin sedikit melipir membicarakan topik yang agak berbeda, yaitu pengalaman 'dapat uang' dari mengembangkan Software as a Service (SaaS) karya sendiri.

Saya teringat ada seorang rekan guru yang mengatakan bahwa hari ini membuat aplikasi itu semakin mudah, tinggal suruh AI saja sehingga dampaknya peluang di bisnis aplikasi ini kemungkinan akan menurun. Pernyataan ini memang benar, tetapi bagi saya hal seperti itu sudah terjadi sejak kemunculan platform-platform digital yang memang dirancang untuk memudahkan pekerjaan orang. Tetapi apakah semua orang merasa dimudahkan? Jawaban saya tidak.

Membuat toko online sudah menjadi mudah sejak adanya opencart, plugin woocommerce wordpress, dsb. Apakah banyak yang tidak mempelajarinya? Banyak.

Membuat portal berita sudah mudah sejak adanya blogger.com, wordpress.com, dsb. Apakah sudah tidak ada lagi penyedia portal menulis yang membuat penulis hanya "tinggal menulis saja"? Jawabannya masih ada dan bermunculan, sehingga artinya penulis tersebut masih membutuhkan bantuan dalam membuat blognya.

Membuat SaaS sudah mudah sejak ramainya wordpress self hosted dibantu plugin-plugin yang sudah banyak tersedia, bahkan kebanyakan juga gratis. Apakah jasa pembuatan aplikasi jadi hilang? Jawabannya tidak, malah semakin banyak yang membicarakan SaaS ini.

Maka saat ada yang mengatakan bahwa membuat aplikasi sudah mudah dengan AI sehingga peluang di sana semakin banyak saingan, yang ada di pikiran saya tetap. "Pasti ada yang dimudahkan, tetapi tetap ada yang butuh kita ajarkan, atau tidak bahkan tidak mau belajar dan tidak tertarik hal tersebut". Toh dari dulu juga sebetulnya membuat aplikasi sudah ada kok yang tidak perlu koding seperti wordpress self hosted itu.

Bahkan saat membicarakan penghasilan dari membuat konten digital pun masih banyak yang ragu dan takut.

Baik kita langsung fokus kek rezeki dari SaaS ya. Oh ya, apa sih SaaS itu? Secara sederhana SaaS itu adalah layanan lewat digital yang disediakan melalui aplikasi, bahkan bisa otomatis berjalan sendiri, berasal dari bahasa Inggris Software as a Service. 

Sebagai guru yang juga senang dengan dunia IT, membuat aplikasi atau platform digital sebetulnya berawal dari niat yang sangat sederhana: mengatasi masalah saya sendiri terlebih dahulu, seperti terkait pembelajaran, administrasi, dan hobi. Ketika ada alur kerja di sekolah atau rutinitas harian yang terasa ribet dan memakan waktu, di situlah ide membuat tools itu muncul. Memang pendekatan ini tidak cocok untuk sistem bisnis, karena kalau untuk bisnis seharusnya ide itu datang dari hasil riset kebutuhan pasar.

Nah, dari tools pribadi ini, sering kali hasilnya terasa cukup matang dan layak untuk dijadikan MVP (Minimum Viable Product) alias produk berbayar. Namun, pelajaran berharga yang saya dapatkan adalah: tidak semua SaaS atau proyek yang kita bangun itu otomatis laku keras di pasaran. Ada yang ramai peminat, ada juga yang sepi. Dan itu sangat wajar dalam dunia pengembangan produk digital.

Dari situ saya belajar untuk fleksibel dan tidak kaku dalam menentukan modelnya:

- Tidak Semua Harus Berbayar: Banyak tools yang pada akhirnya tetap saya gratiskan penuh karena semangat dasarnya memang untuk membantu sesama guru dan ekosistem pendidikan.

- Berbayar tapi Terjangkau + Konten Gratis: Untuk beberapa proyek yang butuh biaya operasional server atau integrasi API, saya buat skema berbayar dengan harga yang sangat terjangkau, plus tetap menyediakan versi gratis atau freemium agar siapa saja tetap bisa merasakan manfaatnya.

Bagi saya pribadi, keberhasilan membuat produk digital ini indikatornya bukan melulu soal berapa besar omzetnya. Yang paling utama adalah menjaga ritme diri agar tetap produktif dan memastikan setiap hari selalu ada hal baru yang dicapai atau dipelajari. 

Bahkan, kalaupun ada waktu luang untuk sekadar menonton drama China (dracin), ya harus tetap diambil sisi positifnya dan dijadikan bahan motivasi atau penyegar pikiran biar tidak stress! Hehe. 

Setiap potongan karya digital, tools sederhana, hingga cerita pembelajaran ini rutin saya dokumentasikan di platform edukasi yang saya kelola melalui https://inibudi.or.id/wiki dan sekarang juga saya rawat blog ini https://inibudi.web.id

Semoga catatan hari ke-7 ini bisa menginspirasi rekan-rekan pendidik bahwa guru juga bisa menjadi pencipta solusi digital, terus produktif berkarya, dan memberikan manfaat luas bagi sekitar.

Ditulis untuk Lomba Blog Guru bersama Omjay (Hari ke-7).

Kunjungi portal cerita edukasi dan inovasi guru di: https://inibudi.web.id

Post a Comment

Komentar teman-teman saya tunggu!