🎓 Kelas Digital Gratis! Pelajari cara membuat konten, website, dan buku dengan AI bersama IniBudi. Daftar Sekarang →

Mengantar Anak-Anak Berlaga di KSNR



Minggu, 23 Agustus 2026 kemarin saya bersama 6 orang anak bocil pergi ke SD Baiturrahman yang merupakan tempat pertemuan saya dan istri ketika sama-sama menjadi guru di sana. Acara hari itu bukan untuk nostalgia tetapi dalam rangka membersamai anak pertama saya, anak kakak ipar, dan juga adik bungsu istri saya yang berpartisipasi dalam lomba KSNR yang dilaksanakan di sana. Suasana di SD Baiturrahman terasa begitu hidup dan hangat. Begitu banyak memori yang datang lagi, sehingga saat menunggu pun saya penasaran dan melihat-lihat lokasi dan salah satu ruang kelas tempat saya pernah mengemban amanah di sana. 

Ajang ini terasa makin spesial bagi keluarga kami. Karena di sini kami juga bisa sambil bersilaturahmi, berjumpa rekan guru yang sudah sangat dekat seperti saudara di perantauan. 

Seseorang di sana berkata kepada saya saat itu "Setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya". Walaupun hari ini sudah banyak yang berubah, tetapi semangat mendidik generasi bangsa tetap lurus. 

Di babak penyisihan ini totalnya ada 126 siswa dari jenjang SD dan SMP se-Kota Tasikmalaya hadir di lokasi untuk melatih jiwa kompetisi sambil mengembangkan ilmu dan pengalaman.

Kompetisi seperti KSNR ini selalu mengajarkan banyak hal di luar urusan piala atau medali. Di sini, anak-anak tidak sekadar diajak untuk berkompetisi melawan peserta lain, melainkan belajar bagaimana cara berpikir yang sistematis, menemukan solusi atas persoalan yang rumit, dan menumbuhkan keberanian untuk menguji kemampuan diri sendiri. Karena soal yang diujikan bukan hanya menguji pengetahuan, tetapi lebih dari itu.

Apapun hasil akhirnya nanti, semoga seluruh peserta, khususnya anak-anak kami di rumah, memperoleh hasil yang memuaskan dan berkesempatan melaju ke tahap selanjutnya. Yang paling utama, semoga mental juang mereka semakin terasah. Terus semangat belajar, karena setiap proses dan keringat yang dikeluarkan hari ini adalah bagian penting dari perjalanan panjang menuju prestasi!

Saya memiliki prinsip khusus dalam berkompetisi, seperti yang sudah saya tulis sejak masih kuliah di blog ini atau dicatatan lainnya, yaitu optimis sebelum ada hasil dan realistis setelah ada hasil. Saya pun 2 bulan ini tengah berkompetisi, yaitu kompetisi blog guru bersama Omjay yang dikelola oleh Dr. Wijaya Kusumah - Guru Blogger Indonesia.

Kembali ke prinsip dan sikap dalam berkompetisi.

Sikap optimis harus dilatih dengan pengalaman, bukan hanya dengan teori, saya pun menemukan prinsip tersebut setelah sekian kali kalah dan menang, bukan hanya menang saja.

Saya sering menemui anak yang takut berkompetisi padahal "Ulah keok méméh dipacok". Bagi saya, anak yang mau mencoba mengikuti kompetisi sudah menjadi juara, mereka juara karena berhasil mengalahkan rasa takut dan malasnya.

Saya juga pernah menemui anak-anak yang siap menang tetapi tidak siap kalah, mereka harus belajar realistis. Ada juga anak-anak yang terlalu bangga dengan kemenangan, mereka juga harus belajar realistis. Karakter-karakter tersebut penting mereka latih, dan salah satu caranya adalah dengan ikut dalam kompetisi seperti KSNR ini.

Semoga anak-anak kita menjadi generasi penerus bangsa, pejuang agama, yang berbudi dan tangguh. Aamiin yaa Allah.

Cerita dan pengalaman mendampingi tumbuh kembang anak serta dinamika dunia pendidikan ini saya bagikan melalui portal media edukasi https://inibudi.or.id atau Wiki Berbudi dan blog pribadi ini.

Post a Comment

Komentar teman-teman saya tunggu!