🎓 Kelas Digital Gratis! Pelajari cara membuat konten, website, dan buku dengan AI bersama IniBudi. Daftar Sekarang →

Hari Pertama Aplikasi Perpustakaan hasil Vibe Coding dimulai

 


Hari ini Jum'at 28 Agustus 2026, aplikasi perpustakaan SDN Cibangun Kidul mulai berproses dengan diawali input buku-buku yang sudah ada ke dalam sistem dalam rangka digitalisasi perpustakaan. 

Digitalisasi perpustakaan ini diharapkan mempermudah proses manajemen perpustakaan karena tidak ada pustakawan khusus di sekolah kami, sehingga harus ada sistem semi-otomatis atau bahkan otomatis yang membantu tugas mengelola perpustakaan. Mungkin kedengarannya terlalu mengagungkan teknologi, tetapi realitanya hari ini kami baru saja memulai input data ini dibantu asisten AI yang tertanam dalam aplikasi ini.

Saat ini, AI yang sudah ada dalam aplikasi ini memiliki kemampuan membaca teks dan membaca gambar. Jadi, saat menginput buku guru cukup mengarahkan kamera ke halaman KDT maka boom Data Bibliografi untuk kebutuhan dasar labeling buku langsung terinput.

Kelemahan sistem input dengan AI yang dirasakan di hari pertama ini adalah, halaman KDT buku saat ini tidak semua lengkap. Ada beberapa buku yang halaman KDT nya hanya formalitas, bahkan ada buku yang tidak memiliki ISBN di perpustakaan ini, diantaranya buku-buku terbitan lama dan buku-buku cerita anak. Sehingga ke depannya mungkin harus ada update untuk menyesuaikan. Memang untuk saat ini kekurangan input yang dilakukan AI bisa langsung diperbaiki oleh guru, bahkan dengan kondisi saat ini pun AI sudah sangat mempercepat proses input katalog ini.

Jika semua buku selesai diinput ke dalam sistem, maka siswa dapat meminjam dan mengembalikan buku secara mandiri bahkan seandainya tidak ditunggu pun seharusnya bisa. Tahapannya adalah :

  1. Perpustakaan menyediakan perangkat tablet untuk buku tamu, OPAC, dan sirkulasi buku
  2. Siswa datang dan harus mengisi buku tamu dengan cara memindaikan kartu ke tablet
  3. Saat siswa ingin meminjam buku siswa masuk ke menu pinjam, maka pindai lagi kartu anggota, kemudian dilanjut memindai label pada buku
  4. Jika kuota peminjaman siswa masih ada maka langsung selesai dan ditampilkan secara digital terkait batas peminjaman dan sebagainya
  5. Jika kuota peminjaman siswa sudah habis, maka sistem akan menolak proses peminjaman buku.
Untuk sistem pengembalian buku harus ada guru piket, mengapa? Saat pengembalian di sistem selesai, maka di fisik pun buku harus dipastikan sudah kembali. Selain itu guru piket juga memastikan kondisi waktu pengembalian apakah terlambat atau tepat waktu sehingga bisa memberikan pendidikan terhadap siswa yang terlambat mengembalikan.

Sistem ini mungkin masih banyak kekurangan, tetapi bagi langkah awal digitalisasi perpustakaan, sistem ini sudah bisa berfungsi dan berisi fitur-fitur yang benar-benar dipakai dan sesuai bagi kebutuhan kami, terutama ringan disimpan di server kecil pribadi.

Untuk informasi terbaru lainnya, yuk ikuti terus blog ini dan juga portal IniBudi Center. Jika berkenan membantu juga boleh dishare artikel / blog ini ya. Saat ini saya sedang mengikuti lomba Blog bersama Omjay



Post a Comment

Komentar teman-teman saya tunggu!