🎓 Kelas Digital Gratis! Pelajari cara membuat konten, website, dan buku dengan AI bersama IniBudi. Daftar Sekarang →

Bahagianya Melihat Pencapaian G7KAIH Murid Lewat Aplikasi KBM Berbudi

 

Ada kebahagiaan tersendiri yang sulit dilukiskan dengan kata-kata ketika melihat perkembangan positif anak-anak di kelas. Apalagi di tahun ajaran 2026/2027 ini, padahal baru memasuki tanggal 22 Agustus, tetapi catatan kebiasaan baik dan prestasi anak-anak hebat sudah bermunculan.

Kebahagiaan ini makin berlipat karena semua jejak kebaikan dan konsistensi anak-anak terpantau langsung melalui aplikasi "KBM Berbudi" (inibudi.or.id/kbm). KBM Berbudi ini merupakan aplikasi manajemen kelas dan aktivitas siswa yang saya kembangkan sendiri sesuai kebutuhan pembelajaran di kelas dari mulai perencanaan hingga pembagian raport, termasuk aplikasi khusus akun guru, siswa, dan orang tua juga dibedakan dan tersedia di dalamnya (namun yang saya bagikan saat ini hanya akun siswa tanpa memberikan akun orang tuanya). Rekan-rekan bisa melihat detail fitur-fitur KBM Berbudi di halaman wiki saya ini https://inibudi.or.id/wiki/index.php/KBM_Berbudi.

Begitu membuka dashboard fitur "Sertifikat & Penghargaan" di KBM Berbudi, senyum saya langsung mengembang. Di sana tercatat deretan nama murid kelas 5 yang sudah berhasil menerbitkan sertifikat apresiasi atas konsistensi mereka sepanjang bulan Agustus ini. 

Beberapa kategori habit dan apresiasi yang sudah diraih anak-anak di antaranya:

  1. Bangun Pagi: Apresiasi untuk anak-anak yang konsisten bangun pagi dan siap menyambut hari dengan penuh semangat. Anak-anak mengisi laporan ini dengan syarat bangun sebelum adzan shubuh dan mendapat sertifikat kalau 10 hari berturut-turut melaksanakannya.
  2. Baca 1 Buku & Literasi: Untuk kategori membaca 1 buku itu benar-benar harus selesai 1 buku, sedangkan untuk yang Literasi itu dilaporkan setiap selesai minimal 5 halaman. Untuk mendapatkan sertifikat harus 15 hari berturut-turut.
  3. Kategori Lainnya: Saya juga menyediakan tantangan untuk kebiasaan positif lain seperti "Shubuh on Fire" untuk yang shalat shubuh berjama'ah dan "Gemar Belajar" untuk memotivasi kedisiplinan serta spiritualitas anak-anak yang diisi jika belajar di rumah selama 30 hari berturut-turut.

Melalui sistem KBM Berbudi ini, proses menerbitkan sertifikat jadi sangat praktis. Begitu anak memenuhi kriteria habit positif atau capaian akademik, sistem langsung merumuskan kode sertifikat unik dan siap dicetak secara instan untuk diberikan kepada anak. Selain dengan cara otomatis, guru juga bisa menerbitkan sertifikat secara manual untuk penghargaan-penghargaan tertentu, misal di luar rencana ada yang berprestasi maka bisa diberi reward sertifikat.

Berikut adalah contoh sertifikat yang dihasilkan aplikasi ini:



Apresiasi berupa sertifikat sederhana ini ternyata berdampak luar biasa bagi aktivitas KBM lainnya, anak-anak menjadi lebih perhatian terhadap tugasnya mungkin karena tahu ada sistem yang juga memantaunya.

Bagi saya pribadi sebagai guru, membuat aplikasi KBM Berbudi bukan hanya soal menyalurkan hobi di bidang IT atau koding, melainkan menghadirkan solusi nyata yang membahagiakan di ruang kelas. Melihat anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, gemar membaca, dan bangga atas proses belajarnya adalah 'gaji' terbaik seorang pendidik.

Aplikasi KBM Berbudi ini sebetulnya sudah saya rancang agar bisa digunakan oleh banyak sekolah, banyak guru, baik guru kelas maupun guru bidang. Jadi, rekan-rekan pembaca bisa ikut menggunakannnya. Namun, mohon maaf jika terkadang ada gangguan server karena ada lonjakan penggunaan. Semoga ada rezeki bagi saya untuk meningkatkan server atau memisahkan serven aplikasi-aplikasi yang saya gratiskan seperti aplikasi KBM Berbudi, Media Berbudi, Wiki Berbudi, dan juga NoroLang. 

Qoradurllah tulisan ini juga dibuat saat saya mengikuti lomba blog guru bersama Omjay. Jadi, jika rekan-rekan pembaca membagikan tulisan ini di medsosnya, itu sangat membantu keberhasilan lomba ini dan saya sangat berterima kasih.

Catatan kebahagiaan dan pengembangan teknologi pembelajaran ini juga menjadi bagian dari cerita yang rutin saya bagikan di platform edukasi https://inibudi.or.id dan blog pribadi ini.

Ditulis untuk Lomba Blog Guru bersama Omjay (Hari ke-8).

Post a Comment

Komentar teman-teman saya tunggu!